Timnas Indonesia U-19 secara mengejutkan mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2 pada penyisihan grup pra piala Asia. Korea Selatan yang selama ini begitu tangguh buat Indonesia harus runtuh dan Korea Selatan pun harus puas sebagai runer up. Bila melihat sejarah Korea Selatan pada kejuaran piala Asia U-19 tentunya sangat menakutkan, mereka telah 12 kali menjuarai dan merebut piala Asia U-19 tersebut. Kemenangan timnas Indonesia U-19 tersebut mengingatkan saya pada ucapan Bhagawa Sri Sthya Sai Baba :
Seandainya Indonesia sudah putus asa, tidak melakukan pembinaan atau bersikap pasif atas perkembangan sepakbola, mungkin kemenangan timnas Indonesia U-19 tidak akan pernah tercatat dalam lembaran sejarah. Akan tetapi karena pembinaan sepakbola terus digalakkan maka kita pun telah menikmati hidup tersebut melalui euforia kemenangan timnas Indonesia U-19 atas Korea Selatan.
Kemenangan timnas Indonesia U-19 atas Korea Selatan merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Kenikmatan akan kehidupan dapat kita gapai apabila melalui proses pembelajaran, proses pembelajaran ini harus dilakukan secara terus menerus. Kegagalan yang diperoleh merupakan tangga untuk mencapai tujuan hidup. Hidup jangan dijadikan sebagai beban tetapi lakukanlah sesuai kemampuan dan kesanggupan untuk melakukannya, artinya nikmatilah hidup dengan penuh cinta.
Prilaku putus asa adalah penyakit yang harus dibuang jauh-jauh, teruslah berusaha dan berupaya dengan memanfaatkan kapasitas dan potensi yang kita miliki. Bernyanyilah sesuai dengan garis kehidupan kita, jangan terlalu membandingkan apa yang kita lakukan dengan keberhasilan dan kesuksesan orang lain, tetapi lihatlah bagaimana cara mereka berhasil pada setiap langkah mereka dalam mencapai kesuksesan.
Pada prinsipnya kita terlahir sebagai pemenang bukan sebagai orang selalu berputus asa apalagi sebagai pecundang. Pada saat kita masih berwujud sperma, kita sudah dapat mengalahkan jutaan sperma lainnya merebut sel telur. Setelah kita lahir, hati dan cinta orang tuapun dapat kita rebut. Karakter kita sebagai pemenang inilah yang harus disadari bahwa kita bukan orang yang gampang berputus asa atau pencundang. Karakter pemenang yang ada dalam diri kita merupakan modal besar yang dititipkan dalam diri kita oleh Tuhan untuk dapat bertahan hidup, persaingan untuk tetap hidup merupakan keterampilan alami yang ada pada setiap individu. Karakter bertahan hidup bila digunakan secara baik dan tepat dapat menjadi potensi dan kapasitas yang mempengaruhi proses pencarian jati diri sebagai manusia yang lemah. Ketika jati diri dapat kita ketahui maka disitulah letak kebahagiaan dan kesuksesan yang sebenarnya. Untuk menemukan jati diri maka nikmatilah hidup dengan terus bermimpi dan dibuktikan dalam langkah-langkah nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar